Rab. Agu 17th, 2022

Batik telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO sejak 2009. Meski telah mendunia sejak lama, daya tarik batik tidak memudar di mata warga negara asing. Ini terlihat dari antusiasme warga Prancis untuk mengikuti lokakarya membatik di Paris pada Sabtu (11/6/2022).

Lokakarya yang berlangsung di Le BHV Marais tersebut berhasil menyedot perhatian warga dan wisatawan setempat. Warga negara Indonesia yang berada di Paris pun turut hadir untuk meramaikan, termasuk mahasiswa dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Paris.

Salah satu warga negara Indonesia yang mengikuti lokakarya tersebut adalah Rayi Berlian. Pada kesempatan tersebut, perempuan yang berdomisili di Paris ini merekam keseruan para peserta lokakarya membatik.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, perempuan yang dikenal dengan sebutan Mpok Rempong itu mewawancarai salah satu warga Paris yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, lokakarya membatik memberi pengalaman baru yang menarik.

“Kalian (warga Indonesia) bisa menunjukkan proses pembuatan batik kepada warga Prancis yang tidak bisa pergi ke Indonesia. Saya pernah mengunjungi Indonesia, Indonesia negara yang sangat indah,” ujar warga Paris tersebut.

Lokakarya diikuti oleh masyarakat dari berbagai usia, mulai dari lansia, dewasa, remaja, hingga anak-anak. Banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada trainer saat membatik menunjukkan antusiasme peserta. Para peserta memulai lokakarya dengan mencairkan lilin panas yang digunakan untuk menggambar atau mewarnai bentuk batik pada kain.

Kegiatan ini dilakukan menggunakan canting, sebuah alat terbuat dari bambu yang berfungsi untuk meletakkan lilin cair panas ke kain batik. “Bagaimana tidak bangga? Batik Indonesia mendunia sampai ke Paris. Banyak masyarakat setempat yang mencoba membuatnya. Top banget bisa bawa batik go international,” ujar Mpok Rempong.

Mpok Rempong juga berbincang dengan seorang trainer dalam lokakarya tersebut, Erlina Doho. Erlina mengatakan dirinya bangga karena dapat memperkenalkan batik kepada warga dunia sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Ia merasa senang melihat antusiasme peserta lokakarya dalam membuat batik. Menurut Erlina, memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Batik, penting untuk menunjukkan identitas bangsa.

“Setelah mencoba membuat batik, para peserta lokakarya merasa bahwa membuat batik tidak semudah itu. Dengan demikian, mereka dapat lebih menghargai bahwa budaya kita mempunyai nilai tersendiri dan memiliki banyak filosofi di baliknya,” katanya.

Sebagai informasi, lokakarya membatik diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Prancis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program #ShopeeJAVAinPARIS. Program yang mengusung tema “Indonesie–De Java, A Bali” tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, KBRI Paris, BHV Marais, dan Shopee Indonesia.

Tidak hanya untuk mengenalkan budaya Indonesia, program tersebut juga menjadi ajang bagi produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal Indonesia untuk bisa dikenal pasar internasional. Mulai 8 Juni hingga 17 Juli 2022, Le BHV Marais, sebagai salah satu department store jaringan Galeries Lafayette, akan menampilkan dan menjual produk-produk UMKM asal Solo dan Jawa-Bali yang telah dikurasi #ShopeeAdaUntukUMKM.

Kehadiran produk-produk tersebut ditujukan tidak hanya untuk memperkenalkan Indonesia kepada warga Prancis, tetapi juga untuk memberikan warna baru bagi koleksi Le BHV Marais. Salah satu produknya adalah batik Solo, yang merupakan warisan budaya yang telah diakui UNESCO.

Pada kesempatan tersebut, Mpok Rempong pun mengajak masyarakat Indonesia yang sedang berada di Paris untuk segera melihat dan membeli produk-produk UMKM lokal Indonesia yang ada di BHV Marais. Sebagai informasi, BHV Marais berlokasi di 52 Rue de Rivoli, 75004 Paris.

Untuk mengetahui lebih lanjut serunya kegiatan lokakarya membatik di Paris, Anda bisa menyaksikan video Bangga! Bule-Bule Ikut Workshop Buat Batik di Paris di kanal YouTube Mpok Rempong. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.